"Ya Allah, jadikanlah kami cinta kepada keimanan dan jadikanlah iman itu indah dalam hati-hati kami,
dan jadikanlah kami benci terhadap kekufuran, kefasikan, serta kemaksiatan.
Dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memperoleh petunjuk"
(HR AHMAD - 14945)

أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ وَهُوَ فِي قُبَّةٍ مِنْ أَدَمٍ فَقَالَ اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ مَوْتِي ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ثُمَّ مُوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِينَارٍ فَيَظَلُّ سَاخِطًا ثُمَّ فِتْنَةٌ لَا يَبْقَى بَيْتٌ مِنْ الْعَرَبِ إِلَّا دَخَلَتْهُ ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُونُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي الْأَصْفَرِ فَيَغْدِرُونَ فَيَأْتُونَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِينَ غَايَةً تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا
'Auf bin Malik berkata; "Aku menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika terjadi perang Tabuk saat Beliau sedang berada di tenda terbuat dari kulit yang disamak. Beliau bersabda: "Hitunglah enam perkara yang akan timbul menjelang hari qiyamat: (1) Kematianku,(2) dibebaskannya Baitul Maqdis,(3) kematian yang menyerang kalian bagaikan penyakit yang menyerang kambing sehingga mati seketika, (4) melimpahnya harta hingga ada seseorang yang diberi seratus dinar namun masih marah (merasa kurang),(5) timbulnya fitnah sehingga tidak ada satupun rumah orang Arab melainkan akan dimasukinya dan (6) perjanjian antara kalian dengan bangsa Bani Al Ashfar (Eropa) lalu mereka mengkhiyanati perjanjian kemudian mereka mengepung kalian di bawah delapanpuluh bendera (panji-panji) perang yang pada setiap bendera terdiri dari dua belas ribu personil".(HR Bukhari – Shahih)
Bunda tak kenal jam kerja apalagi uzur dan cuti. Bunda hanya istirahat ketika buah hati sudah tertidur atau pergi. Bunda tak kenal insentif apalagi uang lelah, syukur jika masih ada apresiasi dengan kata-kata cinta atau terimakasih. Apapun situasi, bagaimanapun kondisi di manapun lokasi, bunda siap melayani….
Ini cuma berbagi, bukan menggurui.
Sebagai seorang ibu yang ingin berbagi dan belajar dari para ibu di manapun.
Peran bunda selalu sama. Sejak buah hati dalam kandungan hingga buah hati siap mentas menghadapi dunia.
Bunda tak kenal jam kerja apalagi uzur dan cuti.
Bunda hanya istirahat ketika buah hati sudah tertidur atau pergi.
Bunda tak kenal insentif apalagi uang lelah, syukur jika masih ada apresiasi dengan kata-kata cinta atau terimakasih.
Apapun situasi, bagaimanapun kondisi di manapun lokasi, bunda siap melayani….
Sejak mulai hamil, bunda sudah mulai bertugas demi buah hatinya.

Kapal RMS Titanic sendiri dibangun dengan biaya yang setara dengan sekitar 2,660,000 Dinar atau kurang lebih setara dengan harga dua pesawat penumpang terbesar di dunia yang ada saat ini Airbus A 380. Untuk kemewahan dan kemegahan yang luar biasa tersebut, harga tiket satu kali perjalanan dari Southampton (Inggris) ke New York (USA) termurahnya setara dengan 14 Dinar dan termahalnya 1,543 Dinar !. Angka-angka sengaja saya konversikan ke Dinar agar pembaca mudah memahaminya – betapa wah-nya segala yang terkait dengan kapal ini saat itu.
Tetapi segala kekaguman dunia tersebut ternyata hanya berlangsung sangat singkat, hanya empat hari sejak mulai berlayar – segala kemewahan yang ada menjadi tragedi yang luar biasa. Dari 2,224 penumpang yang rata-rata orang kaya dan super kaya tersebut – hanya 710 (32%) orang yang selamat – sisanya 1,514 orang mati kedinginan dan tenggelam di laut – bersama dengan tenggelamnya kapal yang mereka agung-agung-kan tersebut.
"Ya Allah, jadikanlah kami cinta kepada keimanan dan jadikanlah iman itu indah dalam hati-hati kami,
dan jadikanlah kami benci terhadap kekufuran, kefasikan, serta kemaksiatan.
Dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memperoleh petunjuk"
(HR AHMAD - 14945)