Alternatif Hifzhul-Maal Anti Sistem Dajjal

Category: What Must We Do Now? Published: Sunday, 16 September 2012 Written by Ihsan Tandjung

Masih banyak muslim yang belum menyadari bahwa dewasa ini Islam dan kaum muslimin sedang diperangi oleh sebuah sistem komprehensif bernama Sistem Dajjal. Sistem kafir modern telah sedemikian menggurita sehingga tidak ada satupun aspek kehidupan umat manusia kecuali didominasi oleh nilai-nilai kafir Sistem Dajjal.  Di dalam buku fenomenalnya yang berjudul “Dajjal – The Anti-Christ” (diterjemahkan dengan judul “Sistem Dajjal”), Ahmad Thomson menulis:

“Dajjal memiliki tiga sisi. Dajjal sebagai oknum. Dajjal sebagai gejala sosial budaya global. Dajjal sebagai kekuatan gaib. Jelaslah bahwa sebelum si Dajjal sendiri muncul, harus tersedia sistem yang mapan beserta para pengurusnya, yang siap mendukung dan menaati Dajjal. Keberadaan sistem dan para pengurusnya itu, merupakan bukti dari Dajjal sebagai gejala sosial budaya global dan Dajjal sebagai kekuatan gaib. Dilihat dari semua pertanda yang nampak dewasa ini, kedua sisi Dajjal tersebut - yang akan dijelmakan oleh si Dajjal sendiri - sudah sangat kentara, ini berarti kemunculan Dajjal sudah sangat dekat.” (“Sistem Dajjal” karya Ahmad Thomson – Penerbit Semesta 1998 – hlm 6)

Selanjutnya beliau menulis:

“Jelaslah bahwa sistem kafir dan kafirun yang menguasai dan meyakini sistem itu, tidak lain adalah perwujudan Dajjal sebagai gejala sosial budaya global dan Dajjal sebagai kekuatan gaib. Sedangkan si Dajjal sendiri akan menjadi puncak penjelmaan dari sistem kafir, gembongnya kafir, maka tak pelak ketika muncul dia akan dinobatkan sebagai pemimpin sistem kafir oleh para kafirun yang menjalankannya. Nabi Muhammad saw bersabda bahwa kufr adalah sebuah sistem. Sistem kafir adalah Dajjal. Maka nyatalah bahwa ketiga sisi Dajjal itu berkaitan dan bersenyawa. Dajjal.

Begitu pula halnya dengan Mahdi, ketika datang ia akan menjadi puncak penjelmaan Islam, yaitu jalannya Nabi Muhammad, tetapi harus segera diingat bahwa ia dibanding Nabi Muhammad saw adalah seumpama setetes air dibanding samudera. Dengan demikian, tak pelak lagi Mahdi akan dikenali dan diterima sebagai pemimpin oleh seluruh Muslim sejati. Nabi Muhammad bersabda bahwa seluruh Muslimin adalah satu tubuh.

Kufr memerangi Islam. Islam memerangi Kufr. Sudah jelas dari hadits bahwa Dajjal akan melawan Mahdi. Mahdi akan melawan Dajjal. Nabi 'Isa as, yang tak disalib tetapi digaibkan oleh Allah dari dunia ini - dan seseorang yang mirip dengan beliau disalib menggantikannya - ketika turun lagi ke bumi ini, akan membinasakan Dajjal beserta seluruh pengikutnya.” (“Sistem Dajjal” karya Ahmad Thomson – Penerbit Semesta 1998 – hlm 7)

Read more: Alternatif Hifzhul-Maal Anti Sistem Dajjal

al-Walaa` wal-Baraa` as Revealed in Surat aal-'Imraan (2/2)

Category: What Must We Do Now? Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Ihsan Tandjung

Peace accords with Zionists, American colonialism and crusade in the Gulf, sincere scholars tortured and kept behind bars, are only some of the serious contemporary violations of Allah's Code, Al-Wala'u wa Al-Bara', practised by those who are in our authority!! This is expectable when hypocrisy raises its voice and tries to disfigure the meaning of some Qur'anic Rulings to brain-wash the general Muslim masses. For Islam to triumph again, the Ummah must firstly interpret the Holy Qur'an the way that our righteous predecessors interpreted it: clearly, honestly and prophetically, fearing no one except Allah.

 

118. O you who believe! Take not as (your) Bitanah (advisers, consultants, protectors, helpers, friends, etc.) those outside your religion (pagans, Jews, Christians, and hypocrites) since they will not fail to do their best to corrupt you. They desire to harm you severely. Hatred has already appeared from their mouths, but what their breasts conceal is far worse. Indeed We have made plain to you the Ayaat (proofs, evidences, verses) if you understand.

 

119. Lo! you are the ones who love them but they love you not, and you believe in all the Scriptures [ie. you believe in the Taurat (Torah) and the Injeel (Gospel), while they disbelieve in your Book, the Qur'an]. And when they meet you, they say, "We believe". But when they are alone, they bite the tips of their fingers at you in rage. Say: "Perish in your rage. Certainly, Allah knows what is in the breasts (all the secrets )."

 

 

120. If a good befalls you, it grieves them, but if some evil overtakes you, they rejoice at it. But if you remain patient and become Al-Muttaqun (the pious and righteous persons), not the least harm will their cunning do to you. Surely, Allah surrounds all that they do.

Read more: al-Walaa` wal-Baraa` as Revealed in Surat aal-'Imraan (2/2)

al-Walaa` wal-Baraa` as Revealed in Surat aal-'Imraan (1/2)

Category: What Must We Do Now? Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Ihsan Tandjung

The legal meaning of Al-Wala' (love, support, help, follow, etc.) is to totally agree with the sayings, deeds and beliefs which please Allah and the persons whom He likes.

In an age where truth is presented as falsehood, righteousness is translated to rebelliance and the preserving of ones land and dignity is called terrorism, there will naturally arise many confusions about the pillars of Iman and the facts of Islam.

Those in whose hearts there is a deviation find it expedient to twist the meaning of many sacred texts because it does not conform with their desires and motives. Not even the principles of Al-Aqeedah can escape their ploys. Al-Wala'u wa Al-Bara' is the creed that guides all the actions and sayings of a Muslim and it is by its practice and application that the ranks of the believers vary. It is imperative that this creed be unambiguous to the Muslim's mentality in order that it manifests and materialises correctly in his actions.

Read more: al-Walaa` wal-Baraa` as Revealed in Surat aal-'Imraan (1/2)

Hidup Di Era Menjelang Hadirnya Puncak Fitnah

Category: What Must We Do Now? Published: Friday, 14 September 2012 Written by Ihsan Tandjung

Hidup di dunia merupakan sebuah perjalanan panjang menghadapi ujian dari waktu ke waktu. Setiap orang yang mengaku beriman pasti diuji Allah dalam hidupnya. Jika seseorang tidak mau diuji caranya mudah. Tinggalkan saja pengakuan diri sebagai seorang beriman. Selesai, dia tidak bakal diuji lagi oleh Allah. Sehingga syaithan-pun tertawa, dan itu berarti pekerjaan syaithan sudah selesai terhadap orang itu karena ia lebih memilihkekafiransebagai jalan hidup daripadakeimanan. Namun bagi seorang yang mengaku beriman, maka mustahil ia dapat menghindari ujian dalam hidupnya. Sebab Allah memang sengaja menghadapkannya kepada ujian hidup agar tersingkap siapa sesungguhnya dirinya. Apakah ia seorang yangjujurdalam pengakuan keimanannya? Ataukah ia sekedarlip servicealiasdustayakni manis di mulut namun faktanya berperilaku, bersikap, berfikir layaknya seorang yang tidak beriman.

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا

آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ

فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا

وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS Al-Ankabut 2-3)

Read more: Hidup Di Era Menjelang Hadirnya Puncak Fitnah

Rizki : Dipancing Atau Dijala...?

Category: What Must We Do Now? Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Muhaimin Iqbal (geraidinar.com)

Salah satu ustadz saya Doktor ahli tafsir Al-Qur’an ustadz Dr. Muslich Abdul Karim, sering mengajari kami jama’ah pengajiannya cara untuk memperoleh malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.Pendekatan beliau sangat masuk akaldan mudah dipahami,yaitu mencari malam Lailatul Qadar- jangan dipancing ( maksudnya hanya beribadah serius di malam-malam tertentu), tetapi di jala (yaitu beribadah secara intensif di sepanjang 10 hari terakhir atau bahkan di seluruh bulan Ramdahan) – maka insyaAllah pas datangnya malam Lailatul Qadar kita lagi berada di puncak peribadatan kita.

Read more: Rizki : Dipancing Atau Dijala...?

Shop