Apa Yang Dilakukan Penghuni Surga Ketika Mereka Masih Di Dunia ?

Category: What Must We Do Now? Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Muhaimin Iqbal (geraidinar.com)

Apa Yang Dilakukan Penghuni Surga Ketika Mereka Masih Di Dunia ?

 

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah). Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta. Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan ?. Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rizkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.” (QS 51 : 15 – 23)

 

Surga adalah cita-cita setiap muslim dan kita semua tentu sangat menginginkannya untuk bisa sampai kesana kelak. Surga adalah rakhmat dariNya semata, namun rakhmat ini juga harus diraih dengan perbuatan baik ketika kita masih hidup di dunia. Tantangannya adalah bagaimana kita men-design aktifitas hidup kita sehingga semoga  di akhirat nanti atas rakhmatNya kita bisa sampai surga ini.Nah rangkaian ayat-ayat diatas adalah salah satu resep perbuatan baik yang akan dapat membawa pelakunya menuju surga.

 

Read more: Apa Yang Dilakukan Penghuni Surga Ketika Mereka Masih Di Dunia ?

Abdullah bin Umar dan Sholat Tahajjud

Category: What Must We Do Now? Published: Friday, 14 September 2012 Written by Ihsan Tandjung

Salah seorang sahabat Rasulullah صلى الله عليه و سلم ialah Abdullah bin Umar radhiyAllahu ‘anhuma. Beliau adalah seorang sahabat mulia putra dari salah seorang sahabat utama yakni Umar bin Khattab radhiyAllahu ‘anhu. Beliau seorang yang dikaruniai Allah سبحانه و تعالىke-faqih-an (kedalaman pemahaman) dalam ilmu-ilmu mengenai dienullah Al-Islam. Beliau juga terkenal seorang yang zuhud (tidak terikat hati dengan dunia) dan ‘abid (rajin ber-ibadah kepada Allah سبحانه و تعالى). Sewaktu masih muda belia,Abdullah bin Umar radhiyAllahu ‘anhuma berangan-angan seandainya ia dapat bermimpi sesuatu yang menyebabkan dirinya punya alasan untuk berkonsultasi langsung kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم . Ia iri melihat seorang yang menceritakan mimpinya kepada Rasulullah صلى الله عليه و سلم .Kisahnya disampaikan di dalam hadits di bawah ini oleh dirinya sendiri:

Read more: Abdullah bin Umar dan Sholat Tahajjud

Average High : Bangunnya Orang-Orang Yang Berselimut...

Category: What Must We Do Now? Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Muhaimin Iqbal (geraidinar.com)

Di dalam Al-Qur’an ada dua namasurat yang artinya kurang lebih sama yaitu ‘orang yang berselimut’,pertama suratAl- Muzzammil dan yang kedua surat Al-Muddatstsir. Yang pertama menyuruh yang diseru bangun dari selimut untuk menegakkan sholat malam, dan yang kedua menyuruh bangun dari selimut untuk kemudian memberi peringatan.Saya terinspirasi oleh dua surat inikarena merasa begitu beratnya untuk bangun di malam yang dingin, bangun dari hangatnya selimut dan nikmatnya tidur lelap. Tetapi rupanya justru disini-lah letak pembelajarannya bagi orang-orang yang ingin membuat perubahan besar dalam hidupnya, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk masyarakatnya.

Read more: Average High : Bangunnya Orang-Orang Yang Berselimut...

Rizki : Dipancing Atau Dijala...?

Category: What Must We Do Now? Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Muhaimin Iqbal (geraidinar.com)

Salah satu ustadz saya Doktor ahli tafsir Al-Qur’an ustadz Dr. Muslich Abdul Karim, sering mengajari kami jama’ah pengajiannya cara untuk memperoleh malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.Pendekatan beliau sangat masuk akaldan mudah dipahami,yaitu mencari malam Lailatul Qadar- jangan dipancing ( maksudnya hanya beribadah serius di malam-malam tertentu), tetapi di jala (yaitu beribadah secara intensif di sepanjang 10 hari terakhir atau bahkan di seluruh bulan Ramdahan) – maka insyaAllah pas datangnya malam Lailatul Qadar kita lagi berada di puncak peribadatan kita.

Read more: Rizki : Dipancing Atau Dijala...?

al-Walaa` wal-Baraa` as Revealed in Surat aal-'Imraan (2/2)

Category: What Must We Do Now? Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Ihsan Tandjung

Peace accords with Zionists, American colonialism and crusade in the Gulf, sincere scholars tortured and kept behind bars, are only some of the serious contemporary violations of Allah's Code, Al-Wala'u wa Al-Bara', practised by those who are in our authority!! This is expectable when hypocrisy raises its voice and tries to disfigure the meaning of some Qur'anic Rulings to brain-wash the general Muslim masses. For Islam to triumph again, the Ummah must firstly interpret the Holy Qur'an the way that our righteous predecessors interpreted it: clearly, honestly and prophetically, fearing no one except Allah.

 

118. O you who believe! Take not as (your) Bitanah (advisers, consultants, protectors, helpers, friends, etc.) those outside your religion (pagans, Jews, Christians, and hypocrites) since they will not fail to do their best to corrupt you. They desire to harm you severely. Hatred has already appeared from their mouths, but what their breasts conceal is far worse. Indeed We have made plain to you the Ayaat (proofs, evidences, verses) if you understand.

 

119. Lo! you are the ones who love them but they love you not, and you believe in all the Scriptures [ie. you believe in the Taurat (Torah) and the Injeel (Gospel), while they disbelieve in your Book, the Qur'an]. And when they meet you, they say, "We believe". But when they are alone, they bite the tips of their fingers at you in rage. Say: "Perish in your rage. Certainly, Allah knows what is in the breasts (all the secrets )."

 

 

120. If a good befalls you, it grieves them, but if some evil overtakes you, they rejoice at it. But if you remain patient and become Al-Muttaqun (the pious and righteous persons), not the least harm will their cunning do to you. Surely, Allah surrounds all that they do.

Read more: al-Walaa` wal-Baraa` as Revealed in Surat aal-'Imraan (2/2)

Shop