Pemanah Pertama Dalam Islam (Profil Sahabat Nabi SAW.)

Category: What Must We Do Now? Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Imam S.

 

بِسمِ اَللهِ اَلرَّ حْمٰنِ اَلرَّ حِيمِ

 

Sa’ad bin abi waqqash

~Pemanah Pertama Dalam Islam~

 

Sa’ad adalah seorang pemuda dari kalangan keluarga terhormat di Makkah. Ayah dan ibunya berasal dari keluarga Manaf, yang merupakan keluarga dari garis keturunan Ibunda Rasulullah saw, Aminah binti Wahab. Dengan demikian ia termasuk salah seorang paman Baginda Rasulullah. Ia pun termasuk dalam 10 Sahabat Rasulullah yang dijamin masuk Surga.

Sebelum keislamannya, Sa’ad merupakan pemuda yang luar biasa mandiri. Disaat usianya sudah mencapai 17 tahun, ia sudah memiliki pekerjaan yang layak. Ia bekerja sebagai pembuat peralatan memanah yang ahli dan diakui dikalangan penduduk Makkah. Ia termasuk pemuda yang saat itu tidak peduli dengan Agama dan kepercayaan penduduk Makkah yang Musyrik. Ia sangat mencintai dan mentaati Ibunya.

 

Seolah menanti perubahan pada diri dan lingkungannya, Sa’ad yang saat itu sudah mencapai kematangan berpikir dan kedewasaan bertindak, segera menerima Hidayah yang disampaikan Rasulullah saw. Maka tercatatlah ia dalam sejarah sebagai orang ketiga yang masuk Islam. Dengan kharisma dan wibawanya, ia berhasil membujuk beberapa pemuda yang berstatus sosial tinggi untuk mengikutinya ke dalam Hidayah Allah swt.

Read more: Pemanah Pertama Dalam Islam (Profil Sahabat Nabi SAW.)

Keluar Dari Lingkaran Riba : Sulit Tetapi Harus Terus Diupayakan

Category: What Must We Do Now? Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Muhaimin Iqbal (geraidinar.com)

Ketika Fatwa MUI no 1 tahun 2004 tentang bunga bank riba dikeluarkan, saat itu saya masih aktif sebagai salah satu eksekutif di perusahaan yang berhubungan langsung dengan fatwa ini. Sebelum adanya fatwa ini keharaman bunga bank memang masih banyak diperdebatkan, organisasi masa Islam yang besar-besar pun saat itu belum menyatakan bahwa bunga bank adalah riba. Tetapi setelah adanya fatwa yang dikeluarkan oleh Komisi Fatwa – Majelis Ulama Insonesia – yang mewakili seluruh elemen penting umat Islam negeri ini – maka menurut saya sudah tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan, tinggal tantangannya adalah bagaimana kita bisa mengikuti fatwa para ulama ini dengan mencari solusinya.

 

Karena isi dari fatwa tersebut diatas tidak hanya terbatas pada produk-produk perbankan tetapi juga menyangkut seluruh produk-produk institusi keuangan lainnya, lantas bagaimana para eksekutif dan karyawan perbankan serta industri keuangan lainnya merespon fatwa ini ?. Secara umum saat itu saya berusaha memetakannya kedalamempat kelompok yang merespon-nya secara berbeda.

 

Kelompok pertama adalah kelompok yang tidak tahu atau tidak mau tahu tentang adanya fatwa tersebut diatas – bagi kelompok ini, ada atau tidak adanya fatwa riba ini tidak berpengaruh sama sekali terhadap pekerjaannya hingga kini. Kelompok yang kedua adalah kelompok yang tahu ada fatwa ini – tetapi mereka merasa ‘lebih tahu’ tentang haram tidaknya bunga bank – maka bagi kelompok yang kedua inifatwa diatas juga tidak berpengaruh pada pekerjaannya.

 

Kelompok yang ketiga adalah kelompok yang menerima fatwa tersebut dan berusaha mentaatinya – hanya tidak atau belum tahu harus bagaimana. Kelompok yang keempat adalah kelompok yang menerima fatwa tersebut dan mulai membuat rencana-rencana bagaimana menjauhi riba dalam kehidupan modern yang bentuk-bentuk ribanya sudah sangat sophisticated ini. Untuk kelompok ketiga dan keempat inilah tulisan ini saya buat, mudah-mudahan bermanfaat.

Read more: Keluar Dari Lingkaran Riba : Sulit Tetapi Harus Terus Diupayakan

Kunci-kunci Kehidupan

Category: What Must We Do Now? Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Admin

Kunci-Kunci Kehidupan

dipetik dari buku Tamasya Ke Surga (Hadil Arwaah ila Biladil Afraah) oleh Ibn Qayyim Al-Jauziyah

 

 

Allah membuat kunci bagi setiap permohonan. Ia menjadikan bersuci (thaharah) sebagai kunci shalat. Kunci haji adalah ihram. Kunci segala kebaikan adalah kejujuran.

 

Kunci surga adalah tauhid. Kunci ilmu adalah bertanya dengan baik dan serius mendengar. Kunci kemenangan dan kegemilangan adalah sabar. Kunci penambahan nikmat adalah syukur. Kunci kewalian adalah cinta dan dzikir.

Read more: Kunci-kunci Kehidupan

Khutbah Ied Ihsan Tandjung 1432 H

Category: What Must We Do Now? Published: Sunday, 16 September 2012 Written by Ihsan Tandjung

 MEMELIHARA IMAN DAN

TAUHID DI AKHIR ZAMAN

 

Muhammad Ihsan Tandjung

Masjid Al-Muhajirin - Pondok Mekarsari Permai - Cimanggis-Depok

01 Syawwal 1432 H / Agustus 2011

 

الله أكبر الله أكبر الله أكبر و لله الحمد

الله أكبر كبيرا و الحمد لله كثيرا و سبحان الله بكرة و أصيلا

لآإله إلا الله و لا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون

لآإله إلا الله وحده صدق وعده و نصر عبده و أعز جنده و هزم الأحزاب وحده

لآإله إلا اللهالله أكبرالله أكبر و لله الحمد

الحمد لله الذي ألف بين قلوبنا فأصبحنا بنعمته إخوانا

الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى و دين الحق ليظهره على الدين كله

ولو كره المشركون

أشهد أن لآإله إلا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

اللهم صلي على محمد و على آله و أصحابه و أنصاره و جنوده

و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

فقال الله تعالى في كتابه الكريم:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ ﴿١٨﴾

 

الله أكبر الله أكبر الله أكبر و لله الحمد

Read more: Khutbah Ied Ihsan Tandjung 1432 H

Antara Hikmah Shalat Berjamaah dan Sajadah

Category: What Must We Do Now? Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Adi Victoria (eramuslim.com)

Panggilan Adzan sholat Ashar mulai terdengar sayup-sayup ditengah hingar bingarnya deru suara kendaraan roda dua maupun roda empat. Tampak terlihat beberapa orang bergegas meninggalkan rutinitas untuk memenuhi panggilan suara Adzan tersebut.

Saya sendiri dan beberapa rekan kerja pun mendatangi Masjid yang tidak jauh dari tempat kerja kami. Bahkan berjalan kaki pun masih terasa dekat. Alhamdulillah.

Setibanya di Masjid kami mulai ke tempat wudhu untuk mengambil air wudhu. Kemudian bergegas mendirikan sholat rawatib dua raka’at qobla Ashar.

Read more: Antara Hikmah Shalat Berjamaah dan Sajadah

Shop