Kalimah Thayyibah

Category: What Must We Do Now? Published: Tuesday, 18 September 2012 Print Email

Kalimah Thayyibah

 

Sungguh tiada Kalimat yang lebih indah dari Kalimat “Laa Ilaha Illa Allah”. Kalimat inilah yang menjadi pembeda seseorang, apakah ia Muslim, Ataukah ia Kafir. Kalimat yang membawa kemaslahatan di seluruh Dunia. Kalimat yang sangat dibenci pihak-pihak tertentu. Kalimat yang dapat membuat perubahan besar pada wajah Dunia. Kalimat yang membawa penerangan bagi segenap Umat Manusia di seluruh Alam. Kalimat inilah yang akan membuat seseorang bergembira di Hari Kiamat. Sebagai mana pertanyaan Abu Hurairah ra kepada Rasulullah saw :

يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لَا يَسْأَلُنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ

"Wahai Rasulullah siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafa'atmu pada hari kiamat?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Aku telah menduga wahai Abu Hurairah, bahwa tidak ada orang yang mendahuluimu dalam menanyakan masalah ini, karena aku lihat betapa perhatian dirimu terhadap hadits. Orang yang paling berbahagia dengan syafa'atku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan ikhlas dari hatinya atau jiwanya".(H.R Bukhari)

 

Di seluruh Dunia, setiap orang yang akan menjadi Muslim pasti akan mengucapkan kalimat ini. Dan setiap Muslimyang taat, psati akan sangat sering mengulang-ulang kalimat ini, baik dalam sholatnya, dzikirnya, maupun dalam setiap do’a-do’anya.

 

Seseorang yang sering-sering mengucapkan kalimat ini, akan dengan sendirinya terhindar dari perbuatan-perbuatan dosa. Kalimat ini ialah kalimat tertinggi dalam tingkatan keimanan. Sebagaimana dalam hadist :

 

رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْعَظْمِ عَنْ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Iman itu ada tujuh puluh cabang, yang paling tinggi adalah ucapan LAA ILAAHA ILLAALLAH dan yang paling rendah adalah menyingkirkan tulang dari jalan, dan malu adalah bagian dari keimanan."(H.R Abu Daud)

 

Lalu apakah makna dari kalimat ini? Sungguh kalimat ini ialah susunan kalimat yang datang hanya dari Allah swt, dan tiada seorang makhlukpun ciptaanNya yang dapat membuat yang semisal.

 

Makna dari kalimat ini, pertama adalah penolakan terhadap segala ‘ilah’ yang berarti sesembahan atau tuhan atau bisa juga idola, yang diagung-agungkan selain Allah swt yang satu. Selanjutnya adalah pengakuan akan hanya Allah satu-satunya dan tiada lain yang dapat diagungkan dan dipuja-puja. Dua hal inilah yang menjadikan seseorang telah Muslim dan akan diakui keislamannya. Namun, kedua hal ini tidak hanya sekedar pengucapan dan tidak menuntut pertanggungjawaban, sebaliknya, segera setelah seseorang mengucapkan Kalimat “ Laa Ilaha Illa Allah” akan muncullah serangkaian kewajiban-kewajiban yang mengiringinya.

 

Namun saudaraku sekalian, sungguh sekali lagi, tiadalah kalimat terbaik yang dapat diucapkan seseorang selain kalimat ini. sehingga, dengan hanya mengucapkannya saja seseorang sudah diwajibkan Allah untuknya surga dan terhindar dari api neraka yang menyala-nyala. Sebagaimana dalam Hadist Nabi saw :

 

     مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَوْجَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ بِهَا الْجَنَّةَ وَأَعْتَقَهُ بِهَا مِنْ النَّا 
“Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah, 
Allah Azzawajalla mewajibkan surga baginya dan
menyelamatkannya dari neraka.”( H.R Ahmad)

 

Karena itulah sudaraku, sebarkanlah Kalimat ini kepada sebanyak-banyaknya orang dengan cara yang lembut. Ajaklah mereka untuk menikmati keindahan beriman dan berislam. Sebagaimana yang dicontohkan Nabi saw. Beliau mengajak sebanyak-banyaknya Manusia agar dapat merasakan hidayah Allah swt. Dan inilah kewajiban kita sebagai Umat Islam. Sesungguhnyaorang-orang yang tidak mengetahui kebenaran Islam ialah orang-orang yang tersesat. Tugas kitalah sebagai yang mengetahuinya untuk memberikan petunjuk kepada mereka.

 

Wallahu A’lam Bishshawwab…

 
Hits: 2009