[Berita Dunia Islam] Keuangan Yang Maha Kuasa?

Category: Tanda-Tanda Kecil Kiamat Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Admin

Dahulu. Mantan Gubernur BI, yang pertama, Sjafruddin Prawiranegara, pernah ditahan Laksus, gara-gara khutbah Idul Fitri, di Jakarta, membuat plesetan, di mana Pancasila, sila pertama ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’, diplesetkan menjadi ‘Keuangan Yang Maha Kuasa’.

Sebuah kritik di tahun 80 an oleh alrmarhum Sjafruddin Prawiranegara, yang sudah melihat gejala korupsi yang maha dahsyat.

Perbuatan korupsi, sogok, suap, dikalangan para pejabat, itu disebabkan mereka sudah menjadikan ‘uang’ sebagai 'Tuhan' dan sesembahan mereka. Sila pertama Pancasila, ‘Ketuhanan yang Maha Esa’, mestinya menjadikan kehidupan bangsa ini lebih agamis, dan menjauhkan diri, terutama dari perbuatan yang memuja selain Allah Azza Wa Jalla.

Read more: [Berita Dunia Islam] Keuangan Yang Maha Kuasa?

Misteri Valentine's Day (4): Mitos-mitos Seputar Valentine

Category: Tanda-Tanda Kecil Kiamat Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Admin

Seluruh perayaan terkait paganisme dipenuhi berbagai mitos dan legenda. Demikian pula dengan Valentine’s Day yang juga dipenuhi berbagai mitos dan kepercayaan yang bahkan sama sekali tidak masuk akal. Apa saja mitos seputar Valentine’s Day? Inilah di antaranya:

Read more: Misteri Valentine's Day (4): Mitos-mitos Seputar Valentine

Lebih Mengkhawatirkan Daripada Fitnah Ad-Dajjal

Category: Tanda-Tanda Kecil Kiamat Published: Friday, 14 September 2012 Written by Ihsan Tandjung

Fitnah Ad-Dajjal merupakan fitnah paling dahsyat sepanjang zaman. Demikian pesan Nabi Muhammad saw di dalam sebuah hadits riwayat Imam Ath-Thabrany. “Allah tidak menurunkan ke muka bumi -sejak penciptaan Adam as hingga hari Kiamat- fitnah yang lebih dahsyat dari fitnah Dajjal.”Namun dalam hadits lainnya –menurut Nabi Muhammad saw- ternyata ada lagi hal yang lebih mengkhawatirkan bagi ummat Islam.

ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

فَقَالَ لَأَنَا لَفِتْنَةُ بَعْضِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ

وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا إِلَّا نَجَا مِنْهَا وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ

مُنْذُ كَانَتْ الدُّنْيَا صَغِيرَةٌ وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدَّجَّالِ

Dajjal disebut-sebut didekat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam lalu beliau bersabda: "Sungguh fitnah sebagian dari kalian lebih aku takutkan dari fitnahnya Dajjal dan tidak ada seseorang dapat selamat dari badai fitnah sebelum fitnah Ad-Dajjal melainkan pasti selamat pula darinya (fitnah Dajjal) setelahnya. Dan tidak ada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini –baik kecil ataupun besar- kecuali untuk (menjemput) fitnah Ad-Dajjal." (AHMAD - 22215)

Read more: Lebih Mengkhawatirkan Daripada Fitnah Ad-Dajjal

Utang, Korupsi, dan Kerusakan Hutan

Category: Tanda-Tanda Kecil Kiamat Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Admin

REPUBLIKA.CO.ID,MEDAN--Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi Abdullah Hehamahua mengatakan, utang Indonesia dewasa ini sudah "stadium empat" karena banyak korupsi dan kolusi yang terjadi.

"Ibarat penyakit, utang kita sudah 'stadium empat'," katanya dalam dialog pada lokakarya nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Medan, Jumat.

Praktik korupsi itu terjadi di berbagai sektor kehidupan masyarakat, sehingga menimbulkan berbagai akibat yang mengerikan dan sulit diperkirakan sejak awal, ujarnya. Ia mencontohkan praktik korupsi dan kolusi dalam perizinan dan pengawasan hutan, sehingga jutaan hektare hutan di Tanah Air rusak setiap tahunnya. "Kerusakan hutan setiap menit seluas dua kali lapangan bola. Bayangkan kalau setahun berapa juta hektare," kata Abdullah Hehamahua.

Read more: Utang, Korupsi, dan Kerusakan Hutan

Potret Penguasa Lalai dan Gagal Menjamin Rasa Keadilan Umat Islam Indonesia

Category: Tanda-Tanda Kecil Kiamat Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Admin

Bentrok fisik kembali pecah antara masyarakat dengan jemaat Ahamdiyah. Kali ini terjadi sekitar pukul 10.30 Wib hari Ahad (6/2/2011), di kampong Pasir Peuteuy, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten. Ada 3 tewas dan sejumlah lainya luka-luka akibat bentrokan, dan dari beberapa sumber informasi yang bisa dipercaya pemicu bentrokan akibat adanya sikap dan pernyataan yang provokatif dari jemaat Ahmadiyah terhadap masyarakat setempat.

Kapolri Timur Pradopo menyatakan para penentang Ahmadiyah adalah warga setempat dan sementara Jemaat Ahmadiyah dibantu sekitar 15 orang yang disinyalir datang dari Bekasi (Republika, 7/2). Bahkan sebagian media memberitakan sekitar 20 orang lebih datang dari Jakarta dengan maskud mengamankan aset Ahmadiyah dan membela jemaat Ahmadiyah sampai titik darah penghabisan.

Read more: Potret Penguasa Lalai dan Gagal Menjamin Rasa Keadilan Umat Islam Indonesia

Shop