[Berita] Kebakaran di Tanah Jajahan

Category: Tanda-Tanda Kecil Kiamat Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Admin

Kebakaran Hebat di Penjara Damona 

[ 03/12/2010 - 03:26 ]

Nablus – Infopalestina: Kebakaran hebat terjadi kemarin siang di gunun Carmel dekat dengan kota Haifa, dimana terdapat penjara Damona yang menahan para tawanan Palestina baik laki-laki maupun wanita, selain ada sejumlah tawanan criminal Zionis.

Berdasarkan informasi dari sejumlah organisasi internasional menyebutkan, stau khusus kepolisin Zionis dan pengelola penjara serta pasukan Nakhson Israel telah mengevakuasi para tawanan laki-laki maupun perempuan penjara lain.

Sementara itu, para petugas kebakaran berupaya mengevakuasi warga di wilayah Asvia dan Bet Oron dari TKP. Demikian juga dengan 15 tawanan wanita Palestina. Penjara Damona sendiri terletak di tengah-tengah hutan pinus yang ada di sekililingnya.

Read more: [Berita] Kebakaran di Tanah Jajahan

[Berita Akhir Zaman] Perkawinan Telah Usang Di Amerika

Category: Tanda-Tanda Kecil Kiamat Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Admin

Ketika keluarga-keluarga Amerika berkumpul untuk perayaan Thanksgiving tahun ini, satu dari tiga anak-anak Amerika hidup dengan orang tua yang bercerai, yang dipisahkan atau tidak pernah menikah. Tampaknya orang Amerika lebih banyak yang mempraktikan bahwa pernikahan tidak diperlukan sama sekali untuk memiliki sebuah keluarga.

Sebuah studi oleh Pew Research Center, bekerja sama dengan majalah Time, menyoroti gejala sosial yang berubah cepat dari keluarga Amerika. Biro Sensus Amerika, saat ini tengah merumuskan kembali definisi kemiskinan. Ini karena terjadi pergeseran karena begitu banyaknya pasangan yang belum menikah tinggal bersama.

Read more: [Berita Akhir Zaman] Perkawinan Telah Usang Di Amerika

Misteri Valentine's Day (5): Valentine's Day dan Gereja

Category: Tanda-Tanda Kecil Kiamat Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Admin

Pemeluk Kristiani banyak yang percaya dan meyakini bahwa Hari Valentine merupakan salah satu hari raya keagamaan mereka. Bahkan mereka menyamakan dengan hari-hari raya yang disucikan lainnnya. Walau demikian, tidak semua pemeluk Kristen menganggap Hari Valentine merupakan hari raya kekristenan.

Ada pula yang kritis dan menyatakan, “Hari Valentine sama sekali tidak ada di dalam Injil, baik Injil Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.” Sayang, yang bersikap demikian jumlahnya lebih sedikit ketimbang yang mengikut saja ‘tradisi’ yang ada tanpa mau berpikir kritis.

Walau meyakini bahwa Hari Valentine merupakan salah satu hari raya kaum Kristiani, jika ditanya asal-muasal Hari Valentine, maka mereka akan menjawab bahwa momentum itu berasal dari hari raya orang-orang Pagan Romawi Kuno yang diadopsi oleh Gereja menjadi salah satu hari raya Kristen. Sejarah yang terjadi memang benar demikian. Paus Gelasius I merupakan orang yang bertangungjawab atas di adopsinya hari raya pagan ini menjadi hari raya Kristen. Dan Gelasius agaknya memiliki alasannya sendiri.

Read more: Misteri Valentine's Day (5): Valentine's Day dan Gereja

Daerah Istimewa Yogyakarta, Daerah Istimewa Kemasonan: Analisis Terhadap Polemik RUU KDIY dalam Kacamata Gerakan Zionisme

Category: Tanda-Tanda Kecil Kiamat Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi (Aktif di Kajian Zionisme Internasional)

"Tidak mungkin ada sistem monarki yang bertabrakan baik dengan konstitusi maupun nilai demokrasi," kata Presiden SBY.

Ternyata ucapan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu yang membuat rakyat Yogyakarta meradang. Hal ini memicu konflik karena Yogyakarta dikenal sebagai daerah istimewa dimana gubernur sudah ditetapkan melaui garis kesultanan, bukan pemilihan langsung. Namun Rancangan Undang-undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (RUU KDIY) ingin menutup ruang itu dimana Yogya nantinya tidak sepenuhnya terikat dengan demokrasi Indonesia yang memberi porsi untuk pemilihan umum secara langsung.

Warga DIY sudang kadung geram. Mereka menilai presiden RI mengancam kedaulatan Yogya. Pidato SBY kamis malam tidak jua menyurutkan niat mereka. Kalimatnya yang meminta rakyat tenang dan jangan terpancing polemik, dibalas warga Yogyakarta dengan satu tuntunan: Referendum!

Read more: Daerah Istimewa Yogyakarta, Daerah Istimewa Kemasonan: Analisis Terhadap Polemik RUU KDIY dalam...

Kenapa Kita Menganut Agama Islam? (Bagian 2)

Category: Tanda-Tanda Kecil Kiamat Published: Sunday, 16 September 2012 Written by Ihsan Tandjung

Setidaknya ada sepuluh alasan mengapa kita menganut agama Islam. Tiga alasan pertama sudah kita bahas pada tulisan sebelumnya, Kenapa Kita Menganut Agama Islam? (Bagian 1). Alasan-alasan selanjutnya ialah:

Keempat, kita menganut agama Islam karena ingin mati sebagai muslim yaitu sebagai orang yang berserah diri kepada Allah سبحانه و تعالى . Kita tidak mau mati sebagai seorang yang kafir kepada Allah سبحانه و تعالى. Demikian pula, kita tidak ingin mati sebagai orang yang berpura-pura atau bermain-main menjadi seorang yang beriman alias menjadi seperti kaum munafik. Begitu pula, kita tidak mau mati dalam keadaan sebagai seorang yang murtad. Mengapa? Karena Allah سبحانه و تعالىmenyuruh kita untuk tidak mati kecuali dalam keadaan sebagai seorang muslim.

 
 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS Ali Imran 102)
 

Orang yang mati dalam keadaan beragama Islam akan mendapat keselamatan dan kebahagiaan hakiki dan abadi di akhirat kelak dengan dimasukkan Allah سبحانه و تعالىke dalam jannah-Nya (surga-Nya). Sedangkan orang yang mati dalam keadaan selain beragama Islam pasti celaka di akhirat, karena Allah سبحانه و تعالىbakal memasukkan dirinya ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Semua orang yang mati dalam keadaan kafir, munafik atau murtad berarti mati tidak dalam keadaan beragama Islam. Ia bakal hidup dalam kesengsaraan hakiki dan abadi di dalam azab Allah tersebut. Wa na’udzubillaahi min dzaalika...