Adakah Pemersatu Selain Allah?

Category: Tanda-Tanda Kecil Kiamat Published: Saturday, 15 September 2012 Written by Ihsan Tandjung

Bagi seorang Muslim urusan kedekatan antara dirinya dengan orang lain sangat terkait dengan seberapa dekatnya diri si Muslim dan orang lain tersebut kepada Allah سبحانه و تعالى . Bila kedua-duanya dekat dengan Allah سبحانه و تعالى niscaya kedua-duanya juga akan saling mendekat satu sama lain. Namun jika kedua-duanya atau salah satunya jauh dari Allah سبحانه و تعالىmaka jangan harap antara keduanya akan ada kedekatan.Kalaupun mereka terlihat dekat secara fisik, namun sejatinya mereka berjauhan secara batin. Mengapa demikian? Sebab di dalam Islam Zat Pemersatu antara seorang manusia dengan manusia lainnya hanyalah Allah سبحانه و تعالى .

وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا

مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“... dan (Allah سبحانه و تعالى ) Dia-lah Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Anfaal 63)

 

Read more: Adakah Pemersatu Selain Allah?

Daerah Istimewa Yogyakarta, Daerah Istimewa Kemasonan: Analisis Terhadap Polemik RUU KDIY dalam Kacamata Gerakan Zionisme

Category: Tanda-Tanda Kecil Kiamat Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi (Aktif di Kajian Zionisme Internasional)

"Tidak mungkin ada sistem monarki yang bertabrakan baik dengan konstitusi maupun nilai demokrasi," kata Presiden SBY.

Ternyata ucapan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu yang membuat rakyat Yogyakarta meradang. Hal ini memicu konflik karena Yogyakarta dikenal sebagai daerah istimewa dimana gubernur sudah ditetapkan melaui garis kesultanan, bukan pemilihan langsung. Namun Rancangan Undang-undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (RUU KDIY) ingin menutup ruang itu dimana Yogya nantinya tidak sepenuhnya terikat dengan demokrasi Indonesia yang memberi porsi untuk pemilihan umum secara langsung.

Warga DIY sudang kadung geram. Mereka menilai presiden RI mengancam kedaulatan Yogya. Pidato SBY kamis malam tidak jua menyurutkan niat mereka. Kalimatnya yang meminta rakyat tenang dan jangan terpancing polemik, dibalas warga Yogyakarta dengan satu tuntunan: Referendum!

Read more: Daerah Istimewa Yogyakarta, Daerah Istimewa Kemasonan: Analisis Terhadap Polemik RUU KDIY dalam...

[Berita Akhir Zaman] Perkawinan Telah Usang Di Amerika

Category: Tanda-Tanda Kecil Kiamat Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Admin

Ketika keluarga-keluarga Amerika berkumpul untuk perayaan Thanksgiving tahun ini, satu dari tiga anak-anak Amerika hidup dengan orang tua yang bercerai, yang dipisahkan atau tidak pernah menikah. Tampaknya orang Amerika lebih banyak yang mempraktikan bahwa pernikahan tidak diperlukan sama sekali untuk memiliki sebuah keluarga.

Sebuah studi oleh Pew Research Center, bekerja sama dengan majalah Time, menyoroti gejala sosial yang berubah cepat dari keluarga Amerika. Biro Sensus Amerika, saat ini tengah merumuskan kembali definisi kemiskinan. Ini karena terjadi pergeseran karena begitu banyaknya pasangan yang belum menikah tinggal bersama.

Read more: [Berita Akhir Zaman] Perkawinan Telah Usang Di Amerika

Separuh Gubernur Bakal Masuk Bui

Category: Tanda-Tanda Kecil Kiamat Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Admin

Ini menjadi rekor negeri yang para pejabatnya koruptor. Para pejabat yang nantinya akan menjadi penghuni hotel ‘prodeo’ itu, jumlahnya tidak sedikit. Di mana hampir separuh gubernur akan dibui. Dari laporan Depdagri sebanyak 155 kepala daerah berstatus menjadi tersangka korupsi. Termasuk diantara 17 dari 33 gubernur yang sudah menjadi tersangka.

Parade para koruptor yang akan ngantri masuk bui itu, menunjukkan betapa lemahnya para pejabat di Indonesia, dan mereka tidak dapat menolak perbuatan korupsi. Menteri Dalam Negeri, Gumawan Fauzi, mengatakan , sejumlah kasus korupsi yang melibatkan kapala daerah masih terus bergulir. Kasus yang baru diselesaikan rencana penonaktifkan Gubernur Bengkulu, Agusrin M.Najmuddin. Agusrin diduga terlibat korupsi dana bagi hasil Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) senilai Rp 23 miliar.

Read more: Separuh Gubernur Bakal Masuk Bui

[Berita Dunia Islam] Keuangan Yang Maha Kuasa?

Category: Tanda-Tanda Kecil Kiamat Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Admin

Dahulu. Mantan Gubernur BI, yang pertama, Sjafruddin Prawiranegara, pernah ditahan Laksus, gara-gara khutbah Idul Fitri, di Jakarta, membuat plesetan, di mana Pancasila, sila pertama ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’, diplesetkan menjadi ‘Keuangan Yang Maha Kuasa’.

Sebuah kritik di tahun 80 an oleh alrmarhum Sjafruddin Prawiranegara, yang sudah melihat gejala korupsi yang maha dahsyat.

Perbuatan korupsi, sogok, suap, dikalangan para pejabat, itu disebabkan mereka sudah menjadikan ‘uang’ sebagai 'Tuhan' dan sesembahan mereka. Sila pertama Pancasila, ‘Ketuhanan yang Maha Esa’, mestinya menjadikan kehidupan bangsa ini lebih agamis, dan menjauhkan diri, terutama dari perbuatan yang memuja selain Allah Azza Wa Jalla.

Read more: [Berita Dunia Islam] Keuangan Yang Maha Kuasa?

Shop