Separuh Gubernur Bakal Masuk Bui

Category: Tanda-Tanda Kecil Kiamat Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Admin

Ini menjadi rekor negeri yang para pejabatnya koruptor. Para pejabat yang nantinya akan menjadi penghuni hotel ‘prodeo’ itu, jumlahnya tidak sedikit. Di mana hampir separuh gubernur akan dibui. Dari laporan Depdagri sebanyak 155 kepala daerah berstatus menjadi tersangka korupsi. Termasuk diantara 17 dari 33 gubernur yang sudah menjadi tersangka.

Parade para koruptor yang akan ngantri masuk bui itu, menunjukkan betapa lemahnya para pejabat di Indonesia, dan mereka tidak dapat menolak perbuatan korupsi. Menteri Dalam Negeri, Gumawan Fauzi, mengatakan , sejumlah kasus korupsi yang melibatkan kapala daerah masih terus bergulir. Kasus yang baru diselesaikan rencana penonaktifkan Gubernur Bengkulu, Agusrin M.Najmuddin. Agusrin diduga terlibat korupsi dana bagi hasil Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) senilai Rp 23 miliar.

Read more: Separuh Gubernur Bakal Masuk Bui

FILM “?”: APA MAUNYA? - Catatan Kritis Seorang Muslim

Category: Tanda-Tanda Kecil Kiamat Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Dr. Adian Husaini
Catatan Akhir Pekan ke-306
Oleh: Dr. Adian Husaini
(Ketua Program Studi Pendidikan Islam—
Program Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor)

“Soal akidah, di antara Tauhid Mengesakan Allah, sekali-kali tidaklah dapat dikompromikan atau dicampur-adukkan dengan syirik. Tauhid kalau telah didamaikan dengan syirik, artinya ialah kemenangan syirik.”  (Prof. Hamka, dalam Tafsir al-Azhar).

[Berita] Pengemis Terkaya

Category: Tanda-Tanda Kecil Kiamat Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Admin

 

Pengemis Terkaya Di Indonesia, Pengemis kok Mampu Beli Mobil?

Bos Pengemis Tinggal Nikmati Hidup

Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah. Berikut kisah hidupnya.

 

Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ”karir”-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya.

Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.

Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta.

Read more: [Berita] Pengemis Terkaya

Lima Pentolan Thaghut: (5) Yang Diibadati Selain Allah Dan Dia Rela Dengan Peribadatan Itu

Category: Tanda-Tanda Kecil Kiamat Published: Sunday, 16 September 2012 Written by Ihsan Tandjung

 Tauhid terdiri atas dua sisi yang mesti hadir secara simultan. Di satu sisi ada keharusan untuk memfokuskan ibadah (pengabdian/penghambaan) kepada Allah سبحانه و تعالى semata, dan di lain sisi ada keharusan untuk menjauhi dan mengingkari segala bentuk thaghut. Ada kewajiban ber-wala (menyerahkan kesetiaan/loyalitas) kepada Allah سبحانه و تعالى dan ada kewajiban untuk ber-baro (melepaskan diri/disasiosiasi) dari segala macam dan bentuk thaghut. Inilah pesan abadi para utusan Allah سبحانه و تعالى sepanjang zaman.

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan ): “Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah Thaghut itu,” (QS An-Nahl 36)

Tidak sah iman seorang muslim bila ia hanya sibuk menghamba kepada Allah سبحانه و تعالى namun ia tidak bersedia menjauhi dan mengingkari thaghut. Bagaimana mungkin seorang yang mengaku muslim dikatakan ber-tauhid bilamana di satu sisi ia beribadah kepada Allah سبحانه و تعالىnamun di lain sisi ia mendekat bahkan bekerjasama dengan thaghut? Tidak sah imannya! Bukan tidak sempurna imannya, tetapi tidak sah. Mengapa? Karena ibarat coin yang memiliki dua muka, tidak dapat dikatakan coin jika hanya terdiri dari satu muka saja. Demikian pula dengan iman tauhid seorang muslim. Tidak disebut tauhid jika hanya mengandung ibadah kepada Allah سبحانه و تعالى sedangkan menjauhi dan mengingkari thaghut tidak ada. Hadirnya tauhid di dalam diri seseorang ialah ketika ia beribadah kepada Allah سبحانه و تعالى seraya menjauhi serta mengingkari berbagai jenis thaghut. Sehingga Allah سبحانه و تعالى berfirman:

 

فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ

بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat  (La ilaha illa Allah) yang tidak akan putus.” (QS Al-Baqarah 256)

Read more: Lima Pentolan Thaghut: (5) Yang Diibadati Selain Allah Dan Dia Rela Dengan Peribadatan Itu

Daerah Istimewa Yogyakarta, Daerah Istimewa Kemasonan: Analisis Terhadap Polemik RUU KDIY dalam Kacamata Gerakan Zionisme

Category: Tanda-Tanda Kecil Kiamat Published: Tuesday, 18 September 2012 Written by Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi (Aktif di Kajian Zionisme Internasional)

"Tidak mungkin ada sistem monarki yang bertabrakan baik dengan konstitusi maupun nilai demokrasi," kata Presiden SBY.

Ternyata ucapan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu yang membuat rakyat Yogyakarta meradang. Hal ini memicu konflik karena Yogyakarta dikenal sebagai daerah istimewa dimana gubernur sudah ditetapkan melaui garis kesultanan, bukan pemilihan langsung. Namun Rancangan Undang-undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (RUU KDIY) ingin menutup ruang itu dimana Yogya nantinya tidak sepenuhnya terikat dengan demokrasi Indonesia yang memberi porsi untuk pemilihan umum secara langsung.

Warga DIY sudang kadung geram. Mereka menilai presiden RI mengancam kedaulatan Yogya. Pidato SBY kamis malam tidak jua menyurutkan niat mereka. Kalimatnya yang meminta rakyat tenang dan jangan terpancing polemik, dibalas warga Yogyakarta dengan satu tuntunan: Referendum!

Read more: Daerah Istimewa Yogyakarta, Daerah Istimewa Kemasonan: Analisis Terhadap Polemik RUU KDIY dalam...