Jangan Bohong!

Category: Benteng Terakhir Published: Friday, 02 November 2012 Written by Siti Aisyah Nurmi

Pengasuh maupun pendidik lain misalnya ibu atau ayah yang sudah diketahui oleh anak sering berbohong padanya tidak akan dipercaya lagi oleh anak. Kerugiannya jelas, anak menjadi sulit dikendalikan oleh pendidiknya yang suka berbohong ini.

“Mari nak, mari ke sini, ibu beri ini…” Seorang ibu memanggil anak balitanya yang sedang mengganggu sang ayah yang sedang membetulkan ban mobil. Sesungguhnya sang ibu tidak bermaksud memberikan apapun kepada anaknya saat itu, hanya karena si anak sering diberikan mainan atau makanan kecil oleh ibunya, ia segera berlari mendatangi ibunya.

Berbohong seperti ini tampaknya biasa saja. Tokh tujuan sang ibu adalah supaya si anak tidak mengganggu ayahnya yang sedang membetulkan ban mobil.

Read more: Jangan Bohong!

Benteng Terakhir

Category: Benteng Terakhir Published: Monday, 17 September 2012 Written by Siti Aisyah

Selat Bosporus di tahun 1900 Angin semilir menghembus pohon-pohon di pantai. Aroma air asin tak terasa amis maupun mengganggu. Matahari belum tampak, namun cahayanya sudah membentuk bayang-bayang indah menyoroti dinding istana Dolma Bahce.

Di tepi pantai seorang anak lelaki duduk menikmati subuh. Ia baru saja shalat dan kini melipat alas shalatnya sebagai tempat duduk. Pagi ini ayahnya akan pulang. Matanya sebentar-sebentar nanar menatap ke mulut Selat Bosporus, menanti sosok bayangan kapal sang ayah. Kelak ia akan melaporkan pada ayahnya bahwa kemarin ia sudah berhasil menghafal surat Al-Kahfi, ayahnya akan senang, karena itulah cita-cita ayahnya, yaitu agar ia kelak menjadi ulama Al-Qur’an. Damai di sisi Istana di tepi Selat yang memisahkan 2 benua tersebut.

Read more: Benteng Terakhir

Karir Muslimah

Category: Benteng Terakhir Published: Monday, 17 September 2012 Written by Siti Aisyah

Ummati….ummati…..

Rintihan seorang yang mulia yang hatinya amat lembut. Dalam nubuwwah Beliau SAW telah melihat kenyataan ini.....

Seorang wanita duduk murung di sudut ruang tamunya. Lampu dimatikan. Di kamar, sang suami terbaring gelisah. Tidak ada yang tertidur kecuali si kecil yang nafasnya masih tersengal karena sakit. Ayah dan ibu sedang bertengkar gara-gara saling menyalahkan, siapa yang seharusnya pulang dari kantor saat Annisa dikabarkan sakit. Rita sang ibu, manajer sebuah perusahaan asing yang bergengsi. Jabatan cukup tinggi dan prestasi karir cemerlang. Agus, sang ayah hanya bisa menyumbang sepertiga dari kebutuhan finansial rumahtangga, maklum, sebagai eselon tiga di departemen yang ’kering’, tak banyak yang bisa diharapkan. Agus belum bersedia melepas status PNS-nya dengan berbagai alasan. Namun ia juga sibuk di kantor, karena ia sering diandalkan oleh bossnya yang malas dan punya obyekan banyak. Buah hati mereka (Alhamdulillah) baru satu, Annisa, dua tahun.

Read more: Karir Muslimah

Keteladanan

Category: Benteng Terakhir Published: Sunday, 21 October 2012 Written by Siti Aisyah Nurmi

Klik Untuk Memesan Buku Cara Nabi Menyiapkan GenerasiMasih adakah para orangtua yang heran mengapa seorang anak tetap melakukan apa yang dilarang?

Kata ini digemari dalam wacana, namun banyak dibantah dalam perilaku. Kata ini seperti ringan diucapkan, namun amat sangat berat dijalankan. Mungkin juga termasuk sebuah konsep yang paling sering di-silat-lidah-i oleh para orangtua yang tak terima ketika digugat oleh kaum muda.

Qudwah, yang sering langsung diterjemahkan sebagai keteladanan, merupakan salah satu Metode Pendidikan Islam yang paling efektif.

Qudwah juga merupakan salah satu perilaku Nabi Muhammad SAW. Perilaku beliau SAW tak pernah menyalahi apa yang beliau ajarkan.

Yah, di situlah intinya, Qudwah artinya, perilaku si pendidik tidak menyalahi atau tidak bertentangan dengan apa yang ia ajarkan kepada anak didiknya.

Read more: Keteladanan

Istri Taat Di Zaman Edan

Category: Benteng Terakhir Published: Monday, 17 September 2012 Written by Siti Aisyah

Ada seorang wanita berkonsultasi lewat email demikian:

Ustadzah, saya seorang istri yang baru menikah. Kami berdua sama-sama awam tentang Islam dan meskipun kadang beda semangat, saya dan suami ingin belajar menjadi muslim yang baik. Persoalannya Ustadzah, suatu saat suami minta saya melayaninya dengan mulut. Ustadzah ngerti kan? Bagaimana ini ? Bolehkah? Suami ngotot mengatakan bahwa untuk urusan tempat tidur seorang istri harus patuh sepenuhnya terhadap suami. Tidak boleh tawar-menawar. Tapi koq hati saya enggan ya? Bingung.

Email semacam ini sering muncul di layar komputer para pengisi rubrik konsultasi Islami secara online. Tidak aneh, sebab di zaman dimana kita hidup saat ini pengetahuan Islam tidak otomatis menjadi pemahaman ummatnya. Sebagian besar ummat Islam di dunia ini bisa dikatakan “awam” tentang Islam kecuali fiqih sehari-hari sebatas kebutuhan sholatthaharah dan shaum, itupun tidak mendalam. Tidak jarang hanya mengetahui “bagaimana”nya sholat (dalam arti gerak laku dan bacaannya) tanpa memahami dasar hukumnya atau rujukannya. Apatah lagi urusan tempat tidur.

Begitulah salah satu keluh kesah seseorang yang ingin menjadi muslim yang baik di era penuh fitnah ini.

Read more: Istri Taat Di Zaman Edan