Apakah Muslimah Perlu Pendidikan?

Category: Benteng Terakhir Published: Monday, 17 September 2012 Written by Siti Aisyah

Dalam sebuah seminar keluarga sakinah, seorang peserta pria bertanya pada nara sumber yang juga pria: “Ustadz, menurut Ustadz untuk apa wanita sekolah tinggi-tinggi?”. Entah karena apa, Ustadz tersebut memberi jawaban yang bahkan seperti tidak mendukung pendidikan tinggi bagi wanita. Di hari yang sama, seseorang berdiskusi dengan penulis seputar tulisan terdahulu tentang karir muslimah. Singkat kata, ia gamang apakah ia perlu terus bekerja sebagai dosen di perguruan tinggi yang jauh dari rumah sementara ia masih punya anak balita, ataukah lebih baik berhenti saja.

Untuk apa pendidikan? Sama saja dengan pertanyaan untuk apakah mencari ilmu? Apa saja manfaat ilmu? Pertanyaan yang tak perlu ditanyakan.
Sudah sangat banyak dibahas tentang besarnya pahala mencari ilmu dan mulianya pencari dan pengajar ilmu. Islam tidak diskriminatif dalam hal ini. Adalah Ummul Mu’minin ‘Aisyah ra yang dikenal sebagai ahli Thibbun Nabawi (Pengobatan Cara Nabi saw) dan beliau pula yang menguasai sangat banyak Hadits Nabi SAW dan sering menjadi rujukan bagi para sahabat mulia yang lain.

Read more: Apakah Muslimah Perlu Pendidikan?

Ramadhan Kali Ini-Rencanakanlah [1]

Category: Benteng Terakhir Published: Monday, 17 September 2012 Written by Siti Aisyah


Ramadhan Kali Ini-Rencanakanlah [1]

 

Termenung sambil melihat kalender. Wah, ternyata sudah Sya’ban!Ramadhan seolah sudah mengetuk di depan pintu.

Sebagaimana hampir semua ibu di negeri muslim berbagai kesibukan terbayang di depan mata. Di negeri ini, Ramadhan identik dengan: Harga naik (sekarang-pun harga cabai sudah menggila), beli baju baru, undangan buka puasa bersama, bagi-bagi zakat, dan...pulang kampung. Hampir semua bayangan tersebut lebih mewakili kebutuhan Idul Fitri yang memang harus dipenuhi di bulan Ramadhan (akhir) daripada tentang Ramadhannya sendiri.

Sadar atau tidak, ternyata kita di Indonesia jauh lebih mementingkan Idul Fitri daripada Idul Adha, dan bahkan lebih mementingkan Idul Fitri tinimbang Ramadhannya sendiri.

Sebagai momen pencapaian derajat Taqwa, Ramadhan adalah saat-saat penting yang sangat spesial bonusnya. Pahala di bulan suci ini semuanya dilipat-gandakan. Segala ketatnya larangan saat berpuasa seolah ingin diganjar mahal oleh Allah SWT. Segala macam keutamaan bulan suci Ramadhan dan Shaum Ramadhan sangat mudah kita temukan rujukan hadits-nya. Seolah Nabi Muhammad Saw tak henti-hentinya mengajak ummatnya memanfaatkan bulan penting ini untuk meraih keutamaan.

Khusus bagi kita muslimah, dan juga bagi keluarga muslim, sebenarnya apa saja yang dapat kita kejar untuk meraih segala keutamaan tersebut?

 

Read more: Ramadhan Kali Ini-Rencanakanlah [1]

Mencari Sukses Pendidikan [Bag. 1 dari 2]

Category: Benteng Terakhir Published: Monday, 17 September 2012 Written by Siti Aisyah

“Duh susahnya jadi pendidik di zaman ini. Guru mengeluh, orangtua mengeluh, gimana muridnya?”

Inilah realita kita sehari-hari. Tempo hari, berita repotnya UAN sudah jadi headline yang menggemaskan. Depdiknas repot, sekolah-sekolah repot, terakhir Detasemen 88 ikut repot. Yang penulis maksudkan sebagai repot di sini, benar-benar repot, kalau tidak bisa dikatakan nyaris bingung dan membingungkan orang lain.

Read more: Mencari Sukses Pendidikan [Bag. 1 dari 2]

Ramadhan Kali Ini-Rencanakanlah [2]

Category: Benteng Terakhir Published: Monday, 17 September 2012 Written by Siti Aisyah


Ramadhan Kali Ini-Rencanakanlah [2]

 

Bagi anak-anak yang sudah remaja, maka program yang kami sebut dengan ”muhasabah berhadiah” dapat menjadi alternatif. Muhasabah secara harfiah berarti ”menghitung diri”. Di sini maksudnya adalah sebuah catatan evaluasi harian akan aktivitas selama sebulan.

Misalnya: shaum ramadhan, shalat tarawih, sholat sunnah, tilawah dan lain-lain. Setiap aktivitas dibuatkan target minimalnya atau maksimalnya, kemudian dihitung pencapaiannya dalam 1 bulan. Keseluruhan muhasabah tersebut dievaluasi di akhir Ramadhan kemudian diberi hadiah sesuai kesepakatan. Bagi remaja masih banyak lagi program Ramadhan yang secara kreatif diselenggarakan oleh berbagai pihak. Hanya saja kami menganjurkan agar program muhasabah ini tetap diadakan di rumah guna mengikat hati si remaja dengan keluarganya.

Yang dapat direncanakan juga di bulan suci penuh berkah ini adalah buka puasa bersama dengan keluarga besar. Misalnya dari pihak ayah 1 kali dan pihak ibu satu kali. Fungsinya untuk mendekatkan dengan keluarga besar. Lebih bagus lagi jika di tambah dengan siraman rohani. Sesuaikanlah dengan usia mayoritas anggota keluarga besar, misalnya jika mayoritas remaja maka pilih penceramah yang mengerti remaja dan seterusnya.

Read more: Ramadhan Kali Ini-Rencanakanlah [2]

Shop