Mari Mengenal Anak Kita

Category: Benteng Terakhir Published: Monday, 26 November 2012 Written by Siti Aisyah Nurmi

Manakala kurang mengenal anaknya orangtua kurang mampu memberi nasehat yang tepat pada anaknya sehingga anak kemudian cenderung mengabaikan.  Sembilan bulan ibu mengandung, sekian bulan lagi merawat sambil menyusui, ditambah sekian tahun membesarkan anak. Apakah kita sudah mengenal anak kita? Mungkin sudah, mungkin juga belum, atau mungkin baru sebagian? Wallahua’lam.

Sebagai orangtua, ibu dan ayah memiliki tuntutan untuk memahami anak-anaknya. Apalagi dengan semakin kompleksnya kehidupan modern, semakin banyaknya variasi dan pilihan kehidupan, maka semakin besarlah tuntutan untuk hal ini. Mau sekolah di mana? Sekolah kejuruan-kah? Atau sekolah umum? Atau kursus? Atau homeschooling?

Read more: Mari Mengenal Anak Kita

Perjalanan Penuh Pengorbanan

Category: Benteng Terakhir Published: Friday, 19 October 2012 Written by Siti Aisyah Nurmi

Crowded-crowded-crowded, apa boleh buat, begitulah adanya. Sejak turun dari pesawat menunggu antrian imigrasi, antri jatah bis, antri kamar mandi, antri makan, sampai antri jumroh. Sabar adalah obat dan solusinya, selain berbagai kiat lain yang mampu meringankan beban ini.

Pada umumnya setiap perjalanan memiliki nilai pengorbanan dan kesulitan tersendiri, senyaman apapun dan sesantai apapun perjalanan tersebut. Ada sebuah perjalanan yang wajib bagi Muslim, bernilai ibadah yang tinggi, dan mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Karena nilai wajibnya dan karena ke-khas-annya, penting bagi Muslim untuk mengenal sifat dan tantangan perjalanan ini.

Ibadah Hajji wajib sekali seumur hidup. Ibadah ini hanya dilakukan pada jadwal tertentu setahun sekali dan hanya di tempat tertentu. Begitulah ibadah, harus dilakukan sesuai dengan aturannya dan tidak boleh ditambah atau dikurangi atau diubah tanpa dalil syar’i pula.

Read more: Perjalanan Penuh Pengorbanan

Antara Pendidikan Jahiliyah Modern dan Pendidikan Islami Bag. 1

Category: Benteng Terakhir Published: Monday, 17 September 2012 Written by Siti Aisyah

KITA DAN PENDIDIKAN ANAK KITA DI MASA KINI

Kita, Ummat Islam yang hidup di abad ini terlahir di tengah budaya jahiliyah.Sadar atau tidak sadar, kita tak dapat menghindarinya. Kita memang terlahir sebagai anak muslim karena orangtua kita juga muslim, namun apakah kita sudah ’di-Islam-kan’ dengan baik oleh orangtua kita? Dengan segala hormat kepada mereka yang sangat kita cintai, namun tetap saja harus diakui bahwa kita belum diberikan pengajaran, pemahaman dan pembiasaan sebagai muslim sejati. -Atau mungkin ada sebagian (kecil) diantara kita ada yang telah mendapatkannya dari orangtua mereka namun diperkirakan pastilah jumlahnya tak banyak-. Sejak lahir hingga besar kita sangat dipengaruhi budaya jahiliyah Indonesia dengan segala versinya, ada versi tradisonal Indonesia, versi modern barat, versi kombinasi dll.

Sesaji yang diletakkan di halaman depan bangunan utama (tempat singgasana sultan)

ket gambar: Sesaji yang diletakkan di halaman di depan bangunan utama keraton (tempat singgasana Sultan) 

 

Read more: Antara Pendidikan Jahiliyah Modern dan Pendidikan Islami Bag. 1

Haji, Jihadnya Wanita

Category: Benteng Terakhir Published: Monday, 15 October 2012 Written by Siti Aisyah Nurmi

Dalam menghadapi Haji yang paling penting tetaplah persiapan taqwa agar halangan apapun dan kesulitan apapun pasti teratasi dengan hati lapang.

"Jihad kaum wanita adalah haji ke Ka’bah.” (HR Ahmad 23741). Begitu kata Nabi Muhammad SAW. Haji adalah aktivitas yang berat, sejak dari merencanakan keberangkatan hingga melaksanakan semua wajib, rukun dan sunnahnya.

Siapapun yang mempunyai niat untuk berhaji dari negeri yang jauh seperti negeri kia, seharusnya mempersiapkan diri dengan cukup. Jangan lupa yang paling penting adalah persiapan Taqwa, karena begitulah arahan dari Kitab Allah Al Qur’an yang mulia.

Apa saja kiranya yang perlu dipersiapkan seorang calon haji?

Pertama, persiapkan mental. Persiapkan hati, pikiran dan tentunya niat, semurninya untuk berhaji karena Allah SWT. Hapuskan semua niat yang bukan karena Allah. Jangan berhaji karena ingin disebut hajjah, atau karena ingin jalan-jalan atau belanja, atau niat-niat lain yang bukan karena Allah. Dengan kemantaban niat, maka aturlah pikiran dan kesiapan mental untuk melaksanakan ibadah wajib ini.

Read more: Haji, Jihadnya Wanita

Muslimah, Berdayakanlah Dirimu! [Bag. 1 dari 2]

Category: Benteng Terakhir Published: Monday, 17 September 2012 Written by Siti Aisyah

“Aduh Jeng, aku pusing deh sama anak-anakku. Masa’ tagihan HP (telpon genggam) mereka gede banget!”
“Iya, betul Bu, anakku juga. Kalo udah gitu, bapaknya marah-marah deh.”
“Tapi itu masih lebih beruntung, aku lebih repot lagi, soalnya tagihan telpon rumah yang tinggi betul. Mulanya aku enggak ngerti kenapa, sampe bapaknya marah betul sama saya, dikira saya yang terus terusan ngerumpi. Belakangan ketahuan gara-gara internet. Rupanya tanpa sepengetahuan kita, salah seorang anak memasang langganan internet atas namaku lewat telpon rumah! Aku enggak ngerti bagaimana bisa begitu.”

Begitulah percakapan para ibu di arisan RT. Ibu-ibu dari anak zaman sekarang ini. Anak-anaknya mengikuti zaman, namun ibu-ibunya masih berada di zaman mereka sendiri. Ada lagi yang mengeluhkan anaknya yang enggan keluar kamar sambil terus menerus asyik di depan komputer. Konon anaknya sering kontak dengan banyak orang dari berbagai belahan dunia, tetapi sama sekali tidak tertarik untuk bergaul dengan sanak saudara di sekelilingnya.
Cukup menarik juga bahwa kebanyakan ibu-ibu tersebut justru tidak mengerti bagaimana mengoperasikan komputer apalagi lebih tak tahu lagi bagaimana mengontrol apa yang dilakukan anak-anaknya di dunia maya.

Read more: Muslimah, Berdayakanlah Dirimu! [Bag. 1 dari 2]

Shop