Haji, Perjalanan Jiwa Menuju Ridha Allah

Category: Benteng Terakhir Published: Saturday, 06 October 2012 Written by Siti Aisyah Nurmi

Ibadah Haji harus dijalani dengan penghayatan yang tinggi yang justru dengan penghayatan tersebut segala kesulitan dan tantangan akan sirna dan menjadi tidak berarti.

Perjalanan.
Ibadah haji adalah ibadah mahdhoh yang sarat dengan pergerakan fisik pelakunya antara satu tempat dan tempat lainnya. Ibadah Haji adalah ibadah yag penuh gerak dan pengembaraan. Pelakunya (disebut Jama’ah Haji) dituntut untuk menjadi pengembara.

Perjalanan adalah ujian kehidupan. Setiap orang yang melakukan perjalanan harus mengalami berbagai kondisi keterbatasan. Tidak seperti di rumah, makan dan tidur serta aktivitas harian lain selama perjalanan pasti tidak senyaman melakukannya di rumah. Orang bilang Home Sweet Home. Pulang merupakan kerinduan setiap musafir setelah beberapa waktu mengembara.

Ujian. Haji adalah ibadah mahdhoh penuh ujian. Dimulai dengan ujian kesulitan perjalanan, selanjutnya berbagai ujian lain menanti. Ibadah Haji masa kini juga identik dengan berdesakan. Jumlah Jama’ah Haji setiap tahun bertambah sementara luas wilayah yang harus didatangi tak mungkin bertambah besar. Tahun ini kira-kira dua setengah juta Jama’ah Haji melaksanakan ibadah tersebut. Ujian kesabaran dalam menanti giliran (antri) makan, ke kamar mandi, jumroh, masuk ke masjid dan lain-lain. Siapapun yang tak terbiasa antri dan tak mau antri sebaiknya tak usah pergi haji. Dalam keadaan berdesakan diantara jutaan manusia, sadarlah seseorang bahwa ia bukan siapa-siapa, ia hanya satu diantara sekumpulan manusia.

Read more: Haji, Perjalanan Jiwa Menuju Ridha Allah

Nyontek Massal dan Paradigma Pendidikan

Category: Benteng Terakhir Published: Monday, 17 September 2012 Written by Siti Aisyah

Nyontek massal saat UAN? Hah?!

Ternyata banyak juga yang terperangah mendengar berita tersebut.

Kaget sebab karena sebuah realita yang sudah puluhan tahun diketahui ada dalam dunia pendidikan kini dilakukan secara massal.

Dunia memang sudah semakin sarat dengan kegelapan. Apa yang beberapa puluh tahun lalu merupakan sebuah perbuatan ”tidak baik” kini dengan 1001 alasan bahkan dilakukan secara massal dan –menurut pihak-pihak yang memberi laporan- diprakarsai oleh pihak pendidik sendiri.

Keadaan saat ini diperparah dengan fenomena kemerosotan moral masyarakat itu sendiri. Akibat terlalu mementingkan ijazah (yang dengan sendirinya sudah memunculkan fenomena pemalsuan ijazah), para orantua dan pendidik formal dengan teganya melupakan tujuan mulia pendidikan, yaitu: mengangkat harkat anak didik dengan bertambahnya wawasan kecerdasannya. Bagaimana mungkin mengangkat harkat anak didik jika ”kemuliaan” itu diterjemahkan dengan sederet angka mati tanpa pembuktian sikap bahkan angka tersebut boleh dicapai dengan curang.

Kenapa ijazah penting? Jawabannya karena ijazah akan dapat mengantar pada gengsi dan pada kesempatan mendapat pekerjaan yang bergaji lebih tinggi.

Gaji berarti: lagi-lagi ”ILAH” yang bernama materi.

Read more: Nyontek Massal dan Paradigma Pendidikan

Mind Control Alat Perampas Kemerdekaan Manusia (2)

Category: Benteng Terakhir Published: Monday, 17 September 2012 Written by Siti Aisyah

Apa akibatnya jika teknik ini digunakan secara luas?

Sebenarnya tidak ada data apakah saat ini teknik-teknik mind control tersebut belum digunakan secara luas. Sangat boleh jadi sudah. Namun mungkin bisa lebih parah lagi jika kita tidak berusaha menghentikannya.
Sebagaimana disebutkan di atas, mind control dengan ”Subliminal message” yang saat ini sebagai primadonanya, telah digunakan oleh beberapa pihak.
1. Pihak “otoritas” atau pemerintah resmi, dan berarti penggunaanya di jalur politik.
2. Media massa
3. Para produsen hiburan
4. Para pembuat iklan untuk keperluan komersial.
5. Pribadi-pribadi maupun perusahaan maupun lembaga yang membeli dari produsen konten subliminal.
6. Intelijen
7. .....siapa lagi?
Pada hakekatnya, sebagaimana semut tertarik pada bau manisnya gula, maka siapapun yang mungkin merasa akan mendapat keuntungan dengan penggunaan teknik-teknik ini, pasti akan berbondong-bondong menggunakannya. Di tengah dunia penghamba materialisme saat ini, semua ukurannya adalah keuntungan materi. Meskipun ada juga pihak yang menginginkan teknik ini untuk pencapaian tujuan mereka yang bersifat non-material, misalnya para penganjur gerakan budaya rusak penghamba setan.

Read more: Mind Control Alat Perampas Kemerdekaan Manusia (2)

Perjalanan Penuh Pengorbanan

Category: Benteng Terakhir Published: Friday, 19 October 2012 Written by Siti Aisyah Nurmi

Crowded-crowded-crowded, apa boleh buat, begitulah adanya. Sejak turun dari pesawat menunggu antrian imigrasi, antri jatah bis, antri kamar mandi, antri makan, sampai antri jumroh. Sabar adalah obat dan solusinya, selain berbagai kiat lain yang mampu meringankan beban ini.

Pada umumnya setiap perjalanan memiliki nilai pengorbanan dan kesulitan tersendiri, senyaman apapun dan sesantai apapun perjalanan tersebut. Ada sebuah perjalanan yang wajib bagi Muslim, bernilai ibadah yang tinggi, dan mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Karena nilai wajibnya dan karena ke-khas-annya, penting bagi Muslim untuk mengenal sifat dan tantangan perjalanan ini.

Ibadah Hajji wajib sekali seumur hidup. Ibadah ini hanya dilakukan pada jadwal tertentu setahun sekali dan hanya di tempat tertentu. Begitulah ibadah, harus dilakukan sesuai dengan aturannya dan tidak boleh ditambah atau dikurangi atau diubah tanpa dalil syar’i pula.

Read more: Perjalanan Penuh Pengorbanan

Tersebarnya Pornografi Adalah Tanda Kecil Kiamat

Category: Benteng Terakhir Published: Monday, 17 September 2012 Written by Siti Aisyah

“Demi Allah,tidak akan terjadi kiamat sehingga tersebarnya kecabulan dan tindakan tidak senonoh, lingkungan tetangga yang buruk, putusnya tali silaturrahim, orang amanah dikhianati dan pengkhianat dipercaya.” (Al-Mustadrak ‘alash-Shahihain)

Suatu peringatan yang dikeluarkan lebih dari 14 abad yang lalu dari lisan seorang yang mulia pilihan Allah SWT.

Lebih dari empatbelas abad yang lalu kejahiliyahan juga memiliki budaya kecabulan. Lebih dari empatbelas abad yang lalu lingkungan yang buruk juga pernah ada. Demikian pula lebih dari empatbelas abad yang lalu, putusnya tali silaturahim dan pengkhianatan atas amanah sudah pernah berlaku di atas bumi ini.

Keburukan-keburukan tersebut bukan barang baru bagi komunitas manusia sejak zaman dahulu. Namun mengapa perilaku-perilaku buruk tersebut dinyatakan sebagai tanda-tanda Kiamat? Apa yang membedakan antara dulu dan sekarang?

Read more: Tersebarnya Pornografi Adalah Tanda Kecil Kiamat

Shop