Nyontek Massal dan Paradigma Pendidikan

Category: Benteng Terakhir Published: Monday, 17 September 2012 Written by Siti Aisyah

 

Nyontek massal saat UAN? Hah?!

Ternyata banyak juga yang terperangah mendengar berita tersebut.

Kaget sebab karena sebuah realita yang sudah puluhan tahun diketahui ada dalam dunia pendidikan kini dilakukan secara massal.

Dunia memang sudah semakin sarat dengan kegelapan. Apa yang beberapa puluh tahun lalu merupakan sebuah perbuatan ”tidak baik” kini dengan 1001 alasan bahkan dilakukan secara massal dan –menurut pihak-pihak yang memberi laporan- diprakarsai oleh pihak pendidik sendiri.

Keadaan saat ini diperparah dengan fenomena kemerosotan moral masyarakat itu sendiri. Akibat terlalu mementingkan ijazah (yang dengan sendirinya sudah memunculkan fenomena pemalsuan ijazah), para orantua dan pendidik formal dengan teganya melupakan tujuan mulia pendidikan, yaitu: mengangkat harkat anak didik dengan bertambahnya wawasan kecerdasannya. Bagaimana mungkin mengangkat harkat anak didik jika ”kemuliaan” itu diterjemahkan dengan sederet angka mati tanpa pembuktian sikap bahkan angka tersebut boleh dicapai dengan curang.

Kenapa ijazah penting? Jawabannya karena ijazah akan dapat mengantar pada gengsi dan pada kesempatan mendapat pekerjaan yang bergaji lebih tinggi.

Gaji berarti: lagi-lagi ”ILAH” yang bernama materi.

Read more: Nyontek Massal dan Paradigma Pendidikan

Keluarga Tempat Mencetak Pemimpin

Category: Benteng Terakhir Published: Monday, 08 October 2012 Written by Siti Aisyah Nurmi

Pemimpin yang sedang dicari-cari orang banyak adalah pemimpin kolosal untuk satu kafilah bangsa, negeri ini, dengan segala ke-aneka-ragam-an-nya. Skala besar. Untuk skala yang besar tersebut, semua orang mencari-cari sosok yang ”besar”, entah apanya yang besar, namanya-kah, keturunan-nya-kah, tampang-nya-kah, umurnyakah? Rakyat negeri ini masih mencari format, ukuran besar apa yang sedang dicari.

Hari-hari ini sampai ke tahun depan, kata pemimpin menjadi kata yang paling banyak dibicarakan setelah kata politik. Jelang ”pesta demokrasi” 2009 yang konon memiliki sistem paling rumit sedunia, mencari pemimpin adalah agenda besar bangsa saat ini.

Pemimpin yang sedang dicari-cari orang banyak adalah pemimpin kolosal untuk satu kafilah bangsa, negeri ini, dengan segala ke-aneka-ragam-an-nya. Skala besar. Untuk skala yang besar tersebut, semua orang mencari-cari sosok yang ”besar”, entah apanya yang besar, namanya-kah, keturunan-nya-kah, tampang-nya-kah? Rakyat negeri ini masih mencari format, ukuran besar apa yang sedang dicari.

Read more: Keluarga Tempat Mencetak Pemimpin

Haji, Perjalanan Jiwa Menuju Ridha Allah

Category: Benteng Terakhir Published: Saturday, 06 October 2012 Written by Siti Aisyah Nurmi

Ibadah Haji harus dijalani dengan penghayatan yang tinggi yang justru dengan penghayatan tersebut segala kesulitan dan tantangan akan sirna dan menjadi tidak berarti.

Perjalanan.
Ibadah haji adalah ibadah mahdhoh yang sarat dengan pergerakan fisik pelakunya antara satu tempat dan tempat lainnya. Ibadah Haji adalah ibadah yag penuh gerak dan pengembaraan. Pelakunya (disebut Jama’ah Haji) dituntut untuk menjadi pengembara.

Perjalanan adalah ujian kehidupan. Setiap orang yang melakukan perjalanan harus mengalami berbagai kondisi keterbatasan. Tidak seperti di rumah, makan dan tidur serta aktivitas harian lain selama perjalanan pasti tidak senyaman melakukannya di rumah. Orang bilang Home Sweet Home. Pulang merupakan kerinduan setiap musafir setelah beberapa waktu mengembara.

Ujian. Haji adalah ibadah mahdhoh penuh ujian. Dimulai dengan ujian kesulitan perjalanan, selanjutnya berbagai ujian lain menanti. Ibadah Haji masa kini juga identik dengan berdesakan. Jumlah Jama’ah Haji setiap tahun bertambah sementara luas wilayah yang harus didatangi tak mungkin bertambah besar. Tahun ini kira-kira dua setengah juta Jama’ah Haji melaksanakan ibadah tersebut. Ujian kesabaran dalam menanti giliran (antri) makan, ke kamar mandi, jumroh, masuk ke masjid dan lain-lain. Siapapun yang tak terbiasa antri dan tak mau antri sebaiknya tak usah pergi haji. Dalam keadaan berdesakan diantara jutaan manusia, sadarlah seseorang bahwa ia bukan siapa-siapa, ia hanya satu diantara sekumpulan manusia.

Read more: Haji, Perjalanan Jiwa Menuju Ridha Allah

Bunda, Mari Mengamati Buah Hati Kita

Category: Benteng Terakhir Published: Saturday, 01 December 2012 Written by Siti Aisyah Nurmi

Sepanjang hidup anak berkembang dan berubah, seiring itu pulalah sebaiknya sang ibu tetap mengamati dan mencoba mengenal anaknya.

Siapakah anak kita? Bayi mungil yang ditimang ibu dan ayah saat pertama kali?
Sembilan bulan sepuluh hari seorang ibu membawa bayinya dalam kandungan, secara naluri seorang ibu ia sudah mengenalinya. Betapapun ia belum pernah melihatnya, namun perasaan saling mengenal sudah tertanam di antara ibu dan anak.

Sejak dalam kandungan, sang ibu sudah dapat membedakan apakah anak yang ini terbilang gesit karena banyak geraknya di dalam kandungan, atau tergolong tenang. Sepanjang kehamilan, sebagian ibu menyempatkan diri berdialog dengan jabang bayinya lewat usapan lembut di kulit perutnya, dan kadang ada “jawabannya” dari dalam berupa tendangan halus atau terasa sang jabang bayi bergerak.

Read more: Bunda, Mari Mengamati Buah Hati Kita

Tersebarnya Pornografi Adalah Tanda Kecil Kiamat

Category: Benteng Terakhir Published: Monday, 17 September 2012 Written by Siti Aisyah

“Demi Allah,tidak akan terjadi kiamat sehingga tersebarnya kecabulan dan tindakan tidak senonoh, lingkungan tetangga yang buruk, putusnya tali silaturrahim, orang amanah dikhianati dan pengkhianat dipercaya.” (Al-Mustadrak ‘alash-Shahihain)

Suatu peringatan yang dikeluarkan lebih dari 14 abad yang lalu dari lisan seorang yang mulia pilihan Allah SWT.

Lebih dari empatbelas abad yang lalu kejahiliyahan juga memiliki budaya kecabulan. Lebih dari empatbelas abad yang lalu lingkungan yang buruk juga pernah ada. Demikian pula lebih dari empatbelas abad yang lalu, putusnya tali silaturahim dan pengkhianatan atas amanah sudah pernah berlaku di atas bumi ini.

Keburukan-keburukan tersebut bukan barang baru bagi komunitas manusia sejak zaman dahulu. Namun mengapa perilaku-perilaku buruk tersebut dinyatakan sebagai tanda-tanda Kiamat? Apa yang membedakan antara dulu dan sekarang?

Read more: Tersebarnya Pornografi Adalah Tanda Kecil Kiamat

Shop